BERBOHONG JANGAN SEKALI-KALI

Ketika seseorang berbicara tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta, seseorang tersebut sedang berbohong. Bohong itu ada beberapa macam, ada bohong yang dibuat-buat seperti bercerita tentang sesuatu yang seolah-olah terjadi, padahal cerita tersebut tidak pernah terjadi, ada juga bohong ‘putih’, yaitu bohong untuk menutupi sesuatu karena dianggap jika berkata jujur akan membahayakan, misalnya tidak menjawab dengan menceritakan pembicaraan seseorang yang kurang baik kepada orang yang bersangkutan, hal tersebut akan mengakibatkan orang yang bersangkutan membenci orang yang membicarakannya tersebut.

Ilustrasi: www.123rf.com

Berkata bohong kadang-kadang dapat membuat suasana menjadi lebih baik, misalnya dengan melakukan berbohong ’putih’, tetapi sekecil apapun berbohong sebaiknya tidak dilakukan, selain berbohong itu adalah dosa juga dapat mempersempit rezeki (Umar Abdul Kafi:2008).

Berbohong jika sering dilakukan akan menjadi kebiasaan. Jika anak terbiasa berbohong dengan hal-hal kecil, lama kelamaan akan menjadi terbiasa berbohong dengan hal-hal besar, akhirnya ia akan terbiasa berbohong untuk banyak hal pada banyak orang, hasilnya orang lain akan sulit mempercayainya.

Ketika kebiasaan berbohong terbawa sampai dewasa, ia akan mendapat kesulitan untuk dipercaya oleh orang lain, sehingga kesempatan mendapatkan rezeki (uang) akan terhambat. Misalnya, karena ia sering berbohong, sedikit sekali orang yang mau menggunakan jasanya atau mempekerjakannya, akhirnya kesempatan mendapatkan rezeki menjadi hilang.

Perlu ditekankan pada anak, berbohong itu selain merugikan juga mempersulit diri sendiri. Ketika satu kali seseorang itu berbohong, biasanya ia harus berbohong lagi. Ia harus berfikir keras untuk menyembunyikan sesuatu yang tidak benar dengan cara berkata bohong lagi, karena satu kebohongan biasanya harus ditutupi dengan kebohongan lain.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua menanamkan sikap jujur kepada anak sejak kecil. Menanamkan sikap jujur pada anak dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya dengan memberikan contoh menghindarkan berkata bohong dalam kehidupan sehari-hari, memberikan nasihat dan pengertian bagaimana akibatnya jika seseorang tidak dipercaya karena suka berbohong. Dengan cara seperti itu, diharapkan anak akan mengerti dan memahami pentingnya bersikap jujur dalam menjalankan hidup ini.
KECUALI…
Hadith :
Dari Ummu Kalsum binti ‘Uqbah r.a sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Bukanlah termasuk pendusta orang yang mendamaikan manusia. Ditambahnya yang baik atau dikatakannya yang baik.”

(Bukhari)

Leave a Reply