LAPAR MENAJAMKAN MATA BATIN September 1, 2008
Posted by CikguMat in : Psychology , add a commentJalaluddin Rakhmat
Hawa nafsu sebetulnya ular naga berkepala dua. Lelaki yang berhasil menghindari maksiat dalam kisah Nabi, seperti yang diriwayatkan Bukhari, berhasil membunuh salah satu di antara kepala naga, yaitu seks. Kepala ini menyemburkan api yang panasnya bisa membakar orang sampai ke ulu hati. Kepala lainnya adalah perut. Imam Ali berkata,” Jarak yang terjauh antara seorang hamba dengan Allah ialah ketika urusannya hanyalah perut dan seksnya saja”
Al-Ghazali menulis dalam Ihya ‘Ulum al-Din sebuah kitab dengan judul Kitâb Kasr al-Syahwatayn, Buku tentang Menghancurkan Kedua Syahwat. Ia menyebut hawa nafsu sebagai syahwat. Dalam bahasa Indonesia tampaknya syahwat hanya berarti nafsu seks. Dalam bahasa Arab dua syahwat itu terdiri dari syahwat seks dan syahwat perut. Yang kedua itu tentu saja termasuk tapi tidak terbatas pada makan dan minum. Ke dalamnya masuk segala cara untuk memuaskan kesenangan-kesenangan fisik dengan menggunakan –pada zaman moderen sekarang ini- duit. Mungkin istilah paling tepat di masa kini untuk syahwat perut adalah konsumerisme, perilaku konsumtif. Simaklah bagaimana Nabi saw dan sahabat-sahabatnya berusaha menaklukkan “syahwat perut”.
Pada suatu hari –menurut Anas bin Malik- Fatimah as datang dengan membawa potongan roti untuk Rasulullah saw. Beliau bertanya: Potongan apakah ini? Fatimah berkata: Potongan roti. Aku merasa tidak enak kalau aku tidak membawanya untukmu. Rasulullah saw bersabda; Ketahuilah, ini makanan pertma yang masuk ke mulut ayahmu selama tiga hari.” Dari manusia suci yang –kata ‘Aisyah- tidak pernah makan kenyang tiga hari berturut-turut itu keluar perintah “Biasakan mengetuk pintu surga, supaya pintu itu terbuka bagimu?”. Aisyah bertanya, “Bagaimana kami membiasakan mengetuk pintu surga.” “Dengan lapar dan dahaga,” kata Nabi (Ihya, 3:119).
Ketika ia mau berbuka puasa, ia menginginkan daging bakar dengan roti yang lunak. Sudah lama ia menginginkannya. Akhirnya ia berbiacara pada putranya, Hasan. Hasan pun mempersiapkannya. Ketika makanan itu sudah terhidang menjelang waktu buka, seorang pengemis berdiri di depan pintu. Imam berkata pada Hasan, “Anakku, berikan daging bakar itu padanya. Jangan sampai dalam catatan amal kita tertulis Adzhabtum thayyibātikum fi hayātikum al-dunyā wastamta’tum bihā. Kamu sudah menghabiskan yang baik-baik bagimu dalam kehidupan kamu di dunia saja dan kamu sudah bersenang-senang dengannya.”
Adi bin Hatim al-Thaiy menyaksikan juga Imam Ali makan dengan sangat sederhana. Ia bertanya: Tuanku, aku melihat engkau berpuasa dan berjihad pada siang harimu, serta banyak salat pada waktu malammu, sedangkan engkau makan dengan potongan roti seperti ini?” Imam Ali menjawab, “Hai Adi, dengarkan. Sesungguhnya kalau kamu memperturutkan nafsumu, ia akan mendorong kamu kepada kekecewaan dan ketidakpuasan. Seperti kata penyair Hatim bin Abdillah: Sungguh, jika kauikuti nafsumu dan farjimu, keduanya akan menjerumuskanmu pada puncak kehinaan.” (Syaikh Ahmad al-Hayri, Tahdzib al-Nafs 1:238).
Apa yang kita peroleh jika kita mengendalikan syahwat perut dengan lapar?
Apa yang akan kita peroleh bila kita berlatih melaparkan perut kita, mengendalikan nafsu konsumtif kita? Al-Ghazali menyebutkan sepuluh faidah. Hari ini, kita menyebutkan empat di antaranya:
Pertama, membersihkan hati dan menajamkan mata batin. Kata Al-Syibli: Setiap hari aku melaparkan perutku, pintu hikmah dan ‘ibrah (pelajaran) terbuka bagiku. Kata Yazid al-Bisthami: Lapar itu mega. Bila perut lapar dari hati akan terucrah hujan hikmah. Bila lapar memancarkan kearifan, kenyang akan melahirkan kedunguan. Nabi saw bersabda: Cahaya kearifan adalah lapar, menjauh dari Allah adalah kenyang, mendekati Allah ialah mencintai fakir dan miskin dan akrab dengan mereka. Jangan kenyangkan perutmu, nanti padam cahaya hikmah dalam hatimu.”
Kedua, melembutkan hati dan membersihkannya sehingga mampu merasakan kelezatan berzikir. Kadang-kadang kita berzikir dengan kehadiran hati, tetapi kita tidak menikmatinya dan hati kita tidak tersentuh sama sekali. Pada waktu yang lain, hati kita sangat lembut dan kita merasakan kelezatan berzikir dan kenikmatan bermunajat. Menurut para sufi, sebab utama dari hilangnya kelezatan zikir adalah perut yang kenyang. Kata Abu Sulayman: Apabila orang lapar dan haus, hatinya akan terang dan lembut. Bila orang kenyang, hatinya akan buta dan kasar.
Ketiga, meluluhkan dan merendahkan hati, menghilangkan kesombongan dan keliaran jiwa. Ketika kita lapar, kita merasakan kelemahan tubuh kita di hadapan kekuasaan Allah. Betapa ringkihnya kita, kalau Tuhan memisahkan kita dari makanan dan minuman hanya untuk beberapa waktu saja. Karena itu, ketika Nabi saw ditawari semua kenikmatan dunia, ia menolaknya dan berkata, “Tidak, aku ingin lapar sehari dan kenyang sehari; pada waktu lapar aku bisa bersabar dan mernedahkan diriku, pada waktu kenyang aku bisa bersyukur.”
Keempat, mengingatkan kita pada ujian dan azab Allah. Ketika orang kenyang ia tidak akan ingat pedihnya kelaparan dan kehausan. Seorang yang arif akan mengenang derita –lapar dan haus- pada hari akhirat atau pada waktu sakratul maut, ketika ia merasakan lapar dan haus di dunia ini. Orang yang selalu kenyang dan sehat tidak akan merasakan pedihnya hari kiamat. Begitu pula, orang yang tidak pernah lapar akan lupa pada sebagian masyarakat yang diuji Tuhan dengan kelaparan. Ia akan kehilangan imannya; karena ia tidur kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya. Ketika Nabi Yusuf as menjadi menteri logistik, ia membiasakan puasa setiap hari. Orang bertanya kepadanya: Mengapa Anda lapar padahal perbendaharaan bumi di tangan Anda? Yusuf menjawab: Aku takut kenyang dan melupakan orang yang lapar.
Apa akan jadi dengan jantan berpakaian hitam di KL August 29, 2008
Posted by CikguMat in : Psychology , add a commentSetelah lebih seminggu di Kota Kosmopolitan, berbagai gelagat manusianya. Pelbagai tingkahlaku berkaitan dengan cara bertutur kata, cara berpakaian, cara berjalan, cara makan, cara menaiki kenderaan, cara mencari rezeki, cara berbelanja dan pelbagai cara dan fielnya. Perkara yang penting yang ingin diketengahkan ialah budaya yang ditonjolkan oleh jantan-jantan yang amat membimbangkan ini. Bermula dengan bidang pekerjaan yang dipilih, cara berpakaian, tingkah laku dan kecenderungan kumpulan ini. Apak motif mereka memilih kerjaya sebagai jurusolek atau promoter alat solek. Apakah kerana mengelak daripada kerja yang menggunakan tulang empat kerat dan ingin berkerja di dalam situasi yang selesa di tempat berhawa dingin? Justeru itu kerja yang sepatutnya dilakukan oleh kaum hawa telah dimonopoli oelh golongan itu. Apa yang amat menyedihkan perawakan golongan telah bertukar dari sifat kejantanan kepada kelembikan(lembut). Memang menyampah kerana perlakuan yang diada-adakan. Pemakaian yang ketat dan majoriti berwarna hitam (cuba kita selidiki kumpulan mana yang biasanya memakai pakaian yang berwarna hitam?). Siapa yang bersalah dalam soal ini. Setiap hujung ada puncanya. Jadi ia berpunca dari mana? Adakah dari rumah, rakan sebaya, institusi pendidikan, media massa dan elektronik, atau dari mana ? Yang pastinya mesti berpunca! Mari kita sama mencarinya dan kalau mampu menguburkan budaya ini. Bersambung….
TRUTH August 20, 2008
Posted by CikguMat in : Psychology , add a commentThe moose is in the TRUTH group.
- Here is the logic:
- Only a HYBRID can say that he’s not a TRUTH, because if a TRUTH said he was not a TRUTH he’d be lying; and a LIAR would be telling the truth if he said he was not in the TRUTH group.
- So, the blue bear is in the HYBRID group
- Likewise, if the blue bear told the truth in the first part of his statement, the second part has to be false, which means the moose is not in the LIAR group. But this is not enough, because the moose could be a HYBRID or a TRUTH.
- One statement appears true, and that is the chicken’s saying he is not a HYBRID. If this be true, he is a TRUTH. If he be in the LIAR group, he would have said he was in the HYBRID group. Thus, the chicken is TRUTH, and what he says about the moose is absolutely true.
- Therefore, the moose is in the TRUTH group.
* HYBRID -tell the truth one time and lie the next time they speak
Kepintaran Emosi Redakan Stress. August 2, 2008
Posted by CikguMat in : Psychology , add a commentKepintaran Emosi Redakan Stress.
Oleh mindataqwa
“Apakah yang patut anda lakukan apabila anda mempunyai bebanan masalah dan tugasan yang perlu diselesaikan?
Banyak perkara atau masalah yang sering berlegar di dalam minda dan fikiran seseorang membuatkan seseorang itu akhirnya merasakan satu himpitan masalah yang akhirnya menjadikan tekanan pada seseorang
Apatah lagi pada waktu malam yang sepatutnya setiap insan perlu mendapatkan tidur yang secukupnya tetapi masalah berlegar-legar secara sengaja atau ianya berputar sendiri di dalam kotak pemikiran sehinggakan mereka merasakan terganggu hendak tidur. Kadang-kadang masalah di tempat kerja terbawa-bawa hingga ke tempat pembaringan.
Sepatutnya apabila masuk waktu tidur, anda perlu dapat melelapkan mata dengan aman tetapi seringkali pada ketika itu bebanan masalah anda menghimpit perasaan sehinggakan ada sesetengahnya menghidap insomania (penyakit sukar tidur) dan ada pula yang terpaksa menelan pil tidur yang mana amalan ini hanya mengundang kemudaratan pada sistem biologi badan. Semua orang sedia maklum bahawa untuk memperolehi kesihatan yang baik maka tidur yang cukup amat diperlukan.
Jadi apakah yang perlu anda lakukan supaya anda dapat mengatasi masalah tersebut?
Sebelum masuk tidur amalan yang perlu dan boleh anda lakukan ialah :
1) Memberus gigi.
2) Mengambil air sembahyang
3) Minum segelas air masak atau bercampur madu/susu
4) Membaca Al-Quraan dan berzikir
5) Menulis segala permasalahan anda pada hari itu di dalam sebuah buku dan katakan dengan tegas : Segala masalah yang aku tanggung telah aku curahkan di dalam buku ini. Tiada yang tertinggal lagi di dalam minda aku. Jadi apabila aku tutup buku ini semua masalah aku ditanggung oleh buku ini dan sewaktu aku tidur dengan izin Allah minda bawah sedar aku akan mencari cara yang bijaksana untuk penyelesaian. Jadi aku dengan tegas tidak perlu memikirkan lagi masalah ini. Aku mesti dapat rehat yang secukupnnya. Beritahu pada minda anda betap leganya perasaan anda.
Dengan cara ini segala bebanan masalah anda telah anda curahkan pada sebuah buku .Minda anda akan tenang dan anda tidak perlu risau lagi memikirkannya> Serahkan diri anda pada Allah dengan membaca doa tidur yang bermaksud ” Dengan nama Allah aku hidup dan mati’
Atau anda boleh juga membayangkan satu butang PADAM (DELETE) dalam bayangan minda dan padamkan segala memori yang anda tidak suka.Inilah kemampuan minda bawah sedar anda boleh melakukan sesuatu yang tidak pernah anda fikirkan.
Atau anda boleh memasukkan imej positf, suara dalaman positf dan rasakan perasaan positif sehingga anda rasakan ianya benar-benar berlaku pada diri anda kerana ini juga merupakan harapan dan doa anda supaya sesuatu yang baik akan berlaku. InsyaAllah minda bawah sedar anda akan menolak semua kebimbangan yang wujud dalam diri anda dan dapat menunjukkan jalan penyelesaian yang tidak pernah anda terfikirkan. Oleh itu perbanyakkan menyebut Ya Alim 77 kali kerana Allah maha mengetahui dan akan mengilhamkan pada anda suatu penyelesaian yang menakjubkan.
Kesimpulannya apa sahaja permasalahan anda jangan biarkan ianya berlegar di dalam kepala maka tuliskanlah supaya minda anda dapat melihat dengan jelas apa sebenarnya masalah anda!”
Living in denial April 16, 2008
Posted by CikguMat in : Psychology , add a commentDenial is a dangerous trait to have because it blinds us to problems we need to confront in order to solve them



