Blog Archives

Top 10 Memory Improvement Tips

Kendra Van Wagner 

Before you study for your next exam, you might want to use a few strategies to boost your memory of important information. There are a number of tried and tested techniques for improving memory. These strategies have been established within cognitive psychology literature and offer a number of great ways to improve memory, enhance recall, and increase retention of information.

1. Focus your attention on the materials you are studying.

Attention is one of the major components of memory. In order for information to move from short-term memory into long-term memory, you need to actively attend to this information. Try to study in a place free of distractions such as television, music, and other diversions.

2. Avoid cramming by establishing regular study sessions.

According to Bjork (2001), studying materials over a number of session’s gives you the time you need to adequately process the information. Research has shown that students who study regularly remember the material far better that those did all of their studying in one marathon session.

3. Structure and organize the information you are studying.

Researchers have found that information is organized in memory in related clusters. You can take advantage of this by structuring and organizing the materials you are studying. Try grouping similar concepts and terms together, or make an outline of your notes and textbook readings to help group related concepts.

4. Utilize mnemonic devices to remember information.

Mnemonic devices are a technique often used by students to aid in recall. A mnemonic is simply a way to remember information. For example, you might associate a term you need to remember with a common item that you are very familiar with. The best mnemonics are those that utilize positive imagery, humor, or novelty. You might come up with a rhyme, song, or joke to help remember a specific segment of information.

5. Elaborate and rehearse the information you are studying.

In order to recall information, you need to encode what you are studying into long-term memory. One of the most effective encoding techniques is known as elaborative rehearsal. An example of this technique would be to read the definition of a key term, study the definition of that term, and then read a more detailed description of what that term means. After repeating this process a few times, your recall of the information will be far better.

6. Relate new information to things you already know.

When you are studying unfamiliar material, take the time to think about how this information relates to things that you already know. By establishing relationships between new ideas and previously existing memories, you can dramatically increase the likelihood of recalling the recently learned information.

7. Visualize concepts to improve memory and recall.

Many people benefit greatly from visualizing the information they study. Pay attention to the photographs, charts, and other graphics in your textbooks. If you don’t have visual cues to help, try creating your own. Draw charts or figures in the margins of your notes or use highlighters or pens in different colors to group related ideas in your written study materials.

8. Teach new concepts to another person.

Research suggests that reading materials out loud significantly improves memory of the material. Educators and psychologists have also discovered that having students actually teach new concepts to others enhances understanding and recall. You can use this approach in your own study by teaching new concepts and information to a friend or study partner.

9. Pay extra attention to difficult information.

Have you ever noticed how it’s sometimes easier to remember information at the beginning or end of a chapter? Researchers have found that the position of information can play a role in recall, which is known as the serial position effect. While recalling middle information can be difficult, you can overcome this problem by spending extra time rehearsing this information or try restructuring the information so it will be easier to remember. When you come across an especially difficult concept, devote some extra time to memorizing the information.

10. Vary your study routine.

Another great way to increase your recall is to occasionally change your study routine. If you are accustomed to studying in one specific location, try moving to a different spot to study. If you study in the evening, try to spend a few minutes each morning reviewing the information you studied the previous night. By adding an element of novelty to your study sessions, you can increase the effectiveness of your efforts and significantly improve your long-term recall.

References:
Bjork, D. (2001, March). How to succeed in college: Learn how to learn. APS Observer, 14(3), 9.

To be cotinu……

CIRI-CIRI SEORANG PEMIMPIN ISLAM

Bagi memastikan pemimpin yang dilantik berupaya menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta mencapai matlamat kerajaan Islam yang diterajuinya, maka hendaklah dipastikan agar calon-calon pemimpin ini memenuhi ciri-ciri yang telah digariskan oleh Fuqahak Islam[1];

1. Mereka mestilah terdiri daripada orang-orang yang benar-benar beriman atau yakin dengan prinsip-prinsip tanggungjawab yang terangkum dalam pengertian Khilafah kerana tanggungjawab mentadbir atau mengurus mana-mana sistem atau peraturan tidak boleh dipikulkan ke atas bahu orang-orang yang menentang prinsip-prinsip dan asasnya.

Firman Allah S.W.T.;

يَآ أيــُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لَاْ تــَتــَّخِذُوْا بــِطَاْنــَةً مِنْ دُوْنـِكُمْ (النساء : 59)
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang bukan dari kalangan kamu menjadi “orang dalam” (yang dipercayai)”.

2. Mereka tidak terdiri daripada orang-orang zalim, fasiq, fajir dan lalai terhadap Allah serta bertindak melanggar batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Sebaliknya mereka hendaklah terdiri dari orang-orang yang beriman, bertakwa dan mengerjakan amal soleh.

وَ لَاْ تــُطِعْ مَنْ أغْفَلْنَاْ قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنــَاْ وَاتــَّبَعَ هَوَاْهُ وَ كَاْنَ أمْرُهُ فُرُطًا (الكهف : 28)
“Dan janganlah engkau mematuhi orang yang Kami ketahui hatinya lalai daripada mengingati dan mematuhi pengajaran Kami di dalam al-Quran, serta ia menurut hawa nafsunya, dan tingkahlakunya pula adalah melampaui kebenaran”.

3. Mereka bukanlah dari kalangan orang-orang yang jahil dan tidak mempunyai kecerdikan (sufaha’) sebaliknya hendaklah terdiri daripada ulama’ atau ilmuan yang berakal sempurna, yang memiliki kefahaman dan basirah serta mempunyai kelayakan dari segi intelek dan fizikal untuk mentadbir urusan-urusan khilafah.

وَ لَاْ تــُؤْتــُوْا السُّفَهَاْءَ أمْوَاْلَكُمُ الَّتِيْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَاْمًا (النساء : 5)
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna aqalnya akan harta kamu yang Allah telah menjadikannya untuk kamu sebagai asas pembangunan kehidupan kamu”.
قُلْ هَلْ يَسْتــَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَ الَّذِيْنَ لَاْ يَعْلَمُوْنَ (الزمر : 9)
“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui”.

4. Mereka mestilah terdiri daripada orang-orang yang amanah sehingga dapat dipikulkan tanggungjawab kepada mereka dengan kepercayaan dan tanpa keraguan.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تــُؤَدُّوْا الْأَمَاْنَاْتِ اِلَى أهْلِهَاْ (النساء : 58)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya menyerahkan segala jenis amanah kepada ahlinya (yang berhak menerimanya)[2]”.

Mana-mana orang Islam yang diberi kuasa atau peluang untuk melantik pemimpin atau menentukan pimpinan di kalangan umat Islam, maka mereka hendaklah melihat dan mengambil kira ciri-ciri di atas dalam menentukan siapakah yang sepatutnya menjadi pemimpin mereka. Mengabaikan ciri-ciri di atas dalam pemilihan pemimpin akan memberi satu kesan yang buruk kepada masa depan Islam dan juga umat Islam. Melantik pemimpin-pemimpin yang tidak memahami tanggungjawab mereka sebagai khalifah atau bersifat fasiq, zalim dan fujur atau tidak memiliki kelayakan ilmu, intelektual dan fizikal untuk memerintah bererti mendedahkan umat Islam kepada pelbagai kerosakan dan penyelewengan dalam kehidupan duniawi dan agama mereka.
[1] Al-Khilafatu Wal-Muulku, Abul A’la Al-Maududi, m.s 22-24, cet. Darul-Qalam Kuwait (1978).
[2] Termasuk dalam pengertian “menyerahkan amanah kepada ahlinya” dalam ayat ini ialah menyerahkan jawatan-jawatan kepada orang-orang yang selayaknya. (Tafsir Ruhul-Ma’ani, Imam Alisu).

Memperbaiki kehidupan dituntut syarak

Oleh Wan Marzuki Wan Ramli

Proses hijrah perlukan ummah muhasabah diri atasi permasalah bagi cipta kejayaan

KITA panjatkan rasa syukur kerana masih lagi dipanjangkan usia untuk bersama melangkah ke tahun baru 1429 hijrah dengan himpunan semangat dan kekuatan membina lembaran kehidupan sebagai insan mukmin yang beriman dan beramal salih.

Perpindahan Rasulullah SAW dan umat Islam dari Makkah ke Madinah menjadi lambang dan obor setiap insan mukmin bagi menterjemah apa yang tersirat di sebalik penghijrahan yang banyak mencatat kemenangan Islam.

Muhasabah diri setiap dari umat Islam sebenarnya menjadi asas yang kuat bagi menangani apa juga permasalahan diri yang timbul untuk disesuaikan dengan konteks hijrah itu sendiri. Banyak pengajaran dan iktibar yang boleh diambil daripada peristiwa penghijrahan Rasulullah SAW.

Baginda SAW membuat perancangan cukup teliti bagi memilih tempat yang difikirkan sesuai untuk berhijrah memandangkan keadaan semasa umat Islam Makkah yang kian tertekan dengan ugutan dan ancaman kafir Quraisy.Biarpun perintah untuk berhijrah datangnya daripada Allah, tetapi Rasulullah SAW tidak menggantung harapan penuh kepada pertolongan Allah tanpa mengambil tindakan perlu bagi memastikan kejayaan proses penghijrahan ini.

Baginda SAW memilih Ali bin Abi Talib untuk menggantikan Baginda di tempat tidur, sementara Abu Bakar pula dipilih sebagai teman sepanjang berhijrah. Abdullah bin Urqith berperanan sebagai penunjuk jalan ke Madinah, Abdullah bin Abu Bakar sebagai penyampai berita, manakala Asma’ binti Abu Bakar pula menjadi penghantar makanan kepada Baginda dan Abu Bakar ketika bersembunyi di Gua Thur.

COGNITIVE PSYCHOLOGY

What is Cognitive Psychology?

By Kendra Van Wagner, About.com

Filed In:

  1. Cognitive Psychology

Question: What is Cognitive Psychology?

Answer: Cognitive psychology is the branch of psychology that studies mental processes including how people think, perceive, remember, and learn. As part of the larger field of cognitive science, this branch of psychology is related to other disciplines including neuroscience, philosophy, and linguistics.

The core focus of cognitive psychology is on how people acquire, process, and store information. There are numerous practical applications for cognitive research, such as ways to improve memory, how to increase decision-making accuracy, and how to structure educational curriculums to enhance learning.

Until the 1950s, behaviorism was the dominant school of thought in psychology. Between 1950 and 1970, the tide began to shift against behavioral psychology to focus on topics such as attention, memory, and problem solving. Often referred to as the cognitive revolution, this period generated considerable research including processing models, cognitive research methods, and the first use of the term “cognitive psychology.”

How is Cognitive Psychology Different?

  • Unlike behaviorism, which focuses only on observable behaviors, cognitive psychology is concerned with internal mental states.
  • Unlike psychoanalysis, which relies heavily on subjective perceptions, cognitive psychology uses scientific research methods to study mental processes.

Who Should Study Cognitive Psychology?

Because cognitive psychology touches on many other disciplines, people in a number of different disciplines often study this branch of psychology. Who should study cognitive psychology? The following are just a few of those who may benefit from studying cognitive psychology.

  • Students interested in behavioral neuroscience, linguistics, industrial-organizational psychology, artificial intelligence, and other related areas.
  • Teachers, educators, and curriculum designers can benefit by learning more about how people process, learn, and remember information.
  • Engineers, scientists, artists, architects, and designers can all benefit from understanding internal mental states and processes.

Major Topics in Cognitive Psychology

  • Perception
  • Language
  • Attention
  • Memory
  • Problem Solving
  • Decision Making and Judgment

SEJARAH SOLAT 5 WAKTU

Teladan 667: Sejarah Solat 5 Waktu
Posted on Thursday, January 10 @ 06:34:53 MYT by SongkokPutih

Teladan SolatNabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT untuk membimbing manusia ke arah jalan kebenaran. Tidak seperti umat nabi-nabi yang lain, umat nabi Muhammad telah diperintahkan untuk mengerjakan solat 5 waktu setiap hari. Ini merupakan kelebihan dan anugerah Allah SWT terhadap umat nabi Muhammad dimana solat tersebut akan memberikan perlindungan ketika di hari pembalasan kelak. Berikut diterangkan asal-usul bagaimana setiap solat mula dikerjakan.

SUBUH

Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. iaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.

 i) Rakaat pertama: Tanda bersyukur kerana baginda terlepas dari kegelapan malam.

 ii) Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana siang telah menjelma.
 

ZOHOR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s. iaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.

i) Rakaat pertama: Tanda bersyukur bagi penebusan.

ii) Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.

iii) Rakaat ketiga: Tanda bersyukur dan memohon akan keredhaan Allah SWT.

iv) Rakaat keempat: Tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.
 

ASAR

Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada 4 kegelapan iaitu:

i) Rakaat pertama: Kelam dengan kesalahan.
ii) Rakaat kedua: Kelam dengan air laut.
iii) Rakaat ketiga: Kelam dengan malam.
iv) Rakaat keempat: Kelam dengan perut ikan Nun. 

 
MAGHRIB

Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut iaitu:

i) Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.

ii) Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.

iii) Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah SWT semata-mata,  tiada dua atau tiganya.
 

ISYAK

Manusia pertama yang mengerjakan solat Isyak ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat  mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT  menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi Musa  empat rakaat sebagai tanda bersyukur.

i) Rakaat pertama: Tanda dukacita terhadap isterinya.
ii) Rakaat kedua: Tanda dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.iii) Rakaat ketiga: Tanda dukacita terhadap Firaun.


iv) Rakaat keempat: Tanda dukacita terhadap anak Firaun

SELAMAT MENYAMBUT MAAL HIJRAH 1429

Semua Muslimin dan Muslimat pasti telah menanam azam baru sempena Maal Hijrah 1429. Azam yang paling baik ialah menjadikan diri kita sebagai hamba yang paling hampir dengan Allah SWT dan yang semakin tinggi ketakwaannya. Inilah  sebenar-sebenar azam. Apabila azam tersebut menjadi realiti semua perjalanan hidup kita akan menuju ke arah kebaikan. Wassalam dan salam perkenalan.