SEHARI SEBUAH FIRMAN - SURAH AL BAQARAH July 10, 2009
Posted by CikguMat in : Knowledge , add a commentإِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَبَيَّنُواْ فَأُوْلَـئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ 
Ayat 160. kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan [105] dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. [105] Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan
Sifat Pemalu Rasulullah S.a.w July 9, 2009
Posted by CikguMat in : Knowledge , add a comment| Hadith : |
|
Dari Abu Said al-Khudri r.a katanya:”Rasulullah s.a.w adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari gadis pingitan. Apabila baginda tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengetahuinya dari wajah baginda.”
(Muslim)
|
|
|
|||
AEHARI SEBUAH FIRMAN - SURAH AL BAQARAH
Posted by CikguMat in : Knowledge , add a commentإِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Ayat 159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati,
Keutamaan di Saf pertama July 8, 2009
Posted by CikguMat in : Knowledge , add a comment| Hadith : |
|
Dari Abu Mas’ud r.a katanya:”Rasulullah s.a.w menyentuh bahu kami sebelum solat sambil berkata:”Luruskan barisanmu, jangan bengkok-bengkok kerana barisan yang bengkok, nescaya akan menyebabkan hatimu berpecah-belah. Orang dewasa yang cerdik dan pandai hendaklah berdiri dekat di belakangku, kemudian yang pandai dan seterusnya.”
(Muslim)
|
SEHARI SEBUAH FIRMAN - SURAH AL BAQARAH
Posted by CikguMat in : Knowledge , add a commentإِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
2. 158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah [102]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, maka tidak ada dosa baginya [103] mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri [104] kebaikan lagi Maha Mengetahui. [102] Syi’ar-syi’ar Allah: tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah. [103] Tuhan mengungkapkan dengan perkataan “tidak ada dosa” sebab sebahagian sahabat merasa keberatan mengerjakannya sa’i di situ, karena tempat itu bekas tempat berhala. Dan di masa jahiliyahpun tempat itu digunakan sebagai tempat sa’i. Untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini. [104] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah ni’mat-Nya dan sebagainya



