Archive for June 19, 2009

Dunia Dan Wanita

Hadith :
Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, dari nabi s.a.w sabdanya:”Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepada kamu sekelian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Kerana itu takutilah dunia dan takutilah wanita), kerana sesungguhnya sumber bencana Bani Israel adalah wanita.”  

(Muslim)

SEHARI SEBUAH FIRMAN – SURAH AL BAQARAH

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوِهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ   

Ayat 144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [96] Maksudnya ialah Nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendo’a dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

Majlis Perpisahan Diriku -Terima Kasih Kawan-Kawanku

 

 

 

Rumahku syurgaku

Hadith :
Dari Jabir r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda:”Apabila kamu telah menunaikan solat (wajib) di masjid, maka kerjakanlah pula solat (sunat) di rumah kerana dengan itu Allah akan menjadikan rumah itu bahagia.”

 

(al-Bukhari)

Sumber : Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

 

 

 

Huraian
1. Rumahku syurgaku adalah rumahtangga yang mempunyai ciri-ciri keislaman yang sebenar boleh menyediakan persekitaran yang harmoni dan melahirkan kasih sayang, hormat menghormati serta pelaksanaan ibadah yang membawa kepada ketenangan dan ketenteraman.
2. Ada beberapa tempat, yang jika dilakukan ibadah di dalamnya, akan mendapat pahala dan keutamaan yang lebih besar berbanding dilakukan di tempat lain seperti solat di Masjidil Haram, setara dengan seratus ribu solat di tempat lain. Solat di Masjid Nabawi, setara dengan seribu solat di tempat lain dan solat di Masjid al-Aqsa, setara dengan lima ratus kali solat di tempat lain. Solat yang paling utama dilakukan di masjid itu adalah solat wajib. Sementara untuk solat sunat yang paling utama adalah jika dilakukan di rumah.
3. Waktu di rumah seharusnya diisi dengan perkara yang bermanfaat dan mendatangkan pahala kerana perhatian terhadap pembangunan rumah dan isi rumah merupakan perkara yang paling penting untuk membangun masyarakat muslim. Hal ini kerana sebuah masyarakat akan terbina daripada gabungan isi rumah. Jika unsur dasarnya baik, maka akan kuatlah sesebuah masyarakat itu.

 

Sehari Sebuah Firman – Surah Al Baqarah

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ   

Ayat 143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. [95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. 

Al-Ahqaf-15 – Renunglah

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri…” (Al-Ahqaf-15)

Sehari Sebuah Firman- Surah Al Baqarah

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ   

Ayat 143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. [95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.